Langsung ke konten utama

Benarkah Pacaran Bikin Bokek?

 

Jatuh Cinta Emang Bahagia, Tapi Benarkah Pacaran Bikin Bokek?

Jatuh cinta memang berjuta bahagia rasanya. Apalagi jika kamu jatuh cinta dengan orang yang tepat dan kamu damba. Tapi jangan cuman melihat dari bahagianya semata saja.

Karena di setiap hubungan, khususnya pacaran, pasti ada pengeluaran, mulai dari makan, jajan, nonton bioskop, kasih kado, dsb. Jadi, jangan cuman modal cinta kasih sayang saja, pacaran juga butuh biaya!

Tapi apa benar kalau pacaran bikin kantong bolong alias bokek? Perhatikan beberapa hal berikut ini biar hal tersebut gak terjadi. Apa saja?

1. Buatlah bujet khusus untuk pacaran

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah buat bujet khusus untuk pacaran di awal bulan biar gak boncos. Idealnya sih sekitar 5-15% dari pendapatan bulanan, namun kamu bisa mengaturnya sesuai porsi kamu.

Dengan membuat bujet khusus, pengeluaran bisa mudah dipantau, sudah berapa rupiah sih kamu selama berpacaran. Kamu juga bisa terhindar dari pengeluaran berlebihan dan tidak tercampur dengan biaya lainnya.

2. Sama seperti lifestyle, jangan memaksakan diri dalam pengeluaran

Gak usah mengedepankan gengsi saat berpacaran, gak perlu beli hadiah mahal-mahal atau makan di restoran fancy jika tidak sesuai dengan bujet kamu, bahkan jika kamu harus berutang.

Sesuaikan dengan gaya hidup kamu selama ini, bicarakan hal ini juga dengan pasangan, biar sama-sama enak dan gak bikin kantong bolong saat berpacaran. Kalau mau gaya pacaran nyaman, jangan sungkan-sungkan!

3. Split bill alias patungan juga gak masalah

Bagi sebagian orang, split bill alias patungan mungkin jadi hal baru atau bahkan tabu. Ada yang menganggap bahwa namanya cowok ya harus bayar semuanya dong, jika split bill berarti dia pelit dan gak modal.

Tapi banyak juga yang menganggap hal ini wajar. Karena dalam hubungan perlu dua pihak yang saling berkontribusi, split bill sebenarnya menjadi win-win solution dan lebih adil bagi kedua pihak.

Mungkin kamu juga bisa untuk bayar gantian, jadi di minggu pertama si cowok yang bayarin, dan di minggu kedua gantian si cewek yang bayar. Pokoknya sesuai kesepakatan kalian deh, biar pacaran gak bikin boros.

4. Jika sudah yakin dengan pasangan, lebih baik siapkan bujet nikah juga

Ingatlah bahwa ada tahap selanjutnya yang lebih serius setelah pacaran, yaitu pernikahan.

Jadi, daripada terlalu boros saat pacaran, lebih baik untuk kalian berdua segera memikirkan dana untuk bujet nikah. Apalagi jika kamu sudah serius dengan pasangan.

Jatuh cinta seharusnya membuat hati dan jiwa bahagia, bukannya malah makin sedih, apalagi ditambah dompet merana.

Jangan sampai saat kamu pacaran, malah tidak bisa menabung dan berinvestasi. Pasangan yang baik adalah yang mampu berdampak positif bagi kita.

Ingat, bucin boleh, tapi harus bucin yang cerdas. Jangan cuma ponsel aja yang cerdas. Selamat jatuh cinta!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yang Muda Yang Investasi Tanah

  Anak Muda Ingin Investasi Tanah? Kenali Dulu Untung Ruginya Bentuk investasi kini makin beragam. Selain saham, reksa dana, atau investasi properti seperti rumah dan apartemen, ternyata ada investasi lain yang mirip dengan properti namun tak kalah menjanjikan, yaitu investasi tanah. Kebutuhan yang terus meningkat namun jumlah tanah semakin terbatas, sehingga investasi tanah jarang mengalami penurunan harga. Ditambah lagi jika lokasi tanah yang dimiliki berada di wilayah strategis, dipastikan harga tanah tersebut melambung tinggi. Nah, sebelum memulai investasi tanah, ketahui dulu untung dan ruginya agar kamu bisa mempertimbangkannya. Simak, yuk! Keuntungan investasi tanah 1. Mendapat  capital gain Kamu bisa mendapatkan harga jual lebih tinggi daripada harga beli. Kenaikan harga tanah cenderung terjadi setiap tahun. Selain dipengaruhi faktor inflasi, kenaikan ini juga dipengaruhi dengan makin langkanya tanah kosong. Tetapi, jumlah penduduk terus bertambah namun pembangunan ter...

Solusi Untuk Masalah Rambut Kamu

  Kolagen dan Ginseng untuk Rambut yang Elastis Ada banyak faktor yang dapat menjadi pemicu rambut rontok, salah satunya stres. Ketika mengalami kondisi stres, maka tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol yang berpengaruh terhadap folikel rambut sehingga menyebabkan kerontokan rambut. Tapi, rambut rontok bukan hanya karena pusing kebanyakan pikiran atau hormon. Penyebabnya juga bisa berasal dari lingkungan. Termasuk udara, polusi, sinar matahari, dan efek mekanik dan kimia ketika menggunakan alat  styling  rambut. Rambut yang kuat dan gak rontok jadi keinginan banyak orang. Tapi, selain itu, punya rambut elastis juga jadi impian. Rambut yang elastis berarti kuat, gak gampang patah, dan bisa kembali ke bentuk semula ketika diregangkan. Punya rambut yang elastis berarti lebih mudah diatur. Kamu juga akan bisa tampil dengan rambut yang selalu rapi. Untuk mempunyai rambut yang elastis, kamu bisa menggunakan produk perawatan rambut yang mengandung kolagen dan ginseng. Kedua ba...

Kol Goreng, Si Nikmat yang Membawa Sengsara?

  K ol goreng jadi makanan pendamping yang banyak digemari orang. Biasanya tersedia di warung pecel ayam pinggir jalan. Tapi, restoran pun mulai banyak menyediakannya. Kol goreng dapat dibilang pengganti atau tambahan lalapan yang dimakan bersama ayam goreng dan sambal. Tapi, dibalik kenikmatannya. Ternyata, kol koreng bisa jadi racun bagi tubuh. Makanan ini kurang sehat kalau dikonsumsi terus-menerus. Sebagai sayuran, kol mentah memang punya kandungan baik seperti serat, lemak, karbohidrat, hingga zat besi. Semua kandungan baik tersebut menjadi buruk karena proses penggorengan. Apalagi minyak yang digunakan sudah tidak jernih. Itulah mengapa kol goreng bisa berdampak buruk. Lebih lanjut, inilah bahaya kol goreng bagi kesehatan: 1. Meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke Kol goreng mengandung banyak sekali minyak. Hal ini membuat kandungan lemak jenuh dan kolesterol jahat yang akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. 2. Memicu kanker Dilansir laman Liputan6, ko...